PEKANBARU – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau, Yurnalis Basri, mengajak generasi muda di Bumi Lancang Kuning untuk terus meningkatkan kreativitas, inovasi, dan produktivitas agar mampu menghadapi tantangan zaman serta berkontribusi nyata bagi pembangunan.
Ajakan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Udo NBO itu dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan para pemuda pada 1928, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat karakter generasi penerus bangsa yang patriotik, gigih, dan berempati.
“Pemuda hari ini harus memiliki semangat patriotik, gigih, dan berempati. Kita berharap mereka tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan, tetapi mampu mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Udo NBO menjelaskan, terdapat empat karakter utama yang perlu dikembangkan oleh pemuda dan pemudi berusia 16 hingga 30 tahun, yakni kreatif dan lincah dalam berpikir maupun bertindak, inovatif dalam melahirkan gagasan baru, produktif menghasilkan karya, serta memiliki jiwa kewirausahaan.
Keempat karakter tersebut dinilai saling berkaitan dalam membentuk generasi muda yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menciptakan peluang di tengah persaingan yang semakin ketat.
Menurutnya, kreativitas harus menjadi titik awal untuk melahirkan inovasi. Gagasan yang dihasilkan kemudian perlu diwujudkan melalui kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah, sekaligus didukung jiwa kewirausahaan agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi.
“Kreativitas harus dikembangkan menjadi inovasi, lalu diwujudkan melalui kegiatan produktif yang memiliki nilai tambah. Dengan jiwa wirausaha, mereka juga diharapkan mampu mandiri dan membuka peluang bagi orang lain,” jelasnya.
Di sisi lain, Udo NBO mengakui bahwa keterbatasan fiskal daerah turut berdampak terhadap pelaksanaan sejumlah program kepemudaan di Provinsi Riau. Meski demikian, Dispora Riau tetap berupaya membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas dan memperluas pengalaman melalui program yang didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sejumlah kesempatan tersebut di antaranya pengiriman delegasi untuk mengikuti program pertukaran pemuda antarnegara sebagai perwakilan Provinsi Riau serta keikutsertaan empat orang perwakilan dalam kegiatan Wirasena Youth Camp.
Ia menilai, program-program tersebut menjadi kesempatan berharga bagi pemuda untuk memperluas wawasan, memperoleh pengalaman baru, membangun jejaring, serta meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan potensi diri.
“Keterbatasan anggaran daerah bukan berarti kesempatan harus berhenti. Kita tetap berupaya memanfaatkan program yang tersedia agar generasi muda Riau memperoleh ruang untuk belajar, berkembang, dan menunjukkan kemampuannya,” kata pria yang juga dikenal sebagai Presiden Omputaka Kampar tersebut.
Ia berharap, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dapat semakin memperkuat semangat kebangsaan di kalangan generasi muda sekaligus mendorong lahirnya pemuda yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menghadirkan perubahan positif.
Menurutnya, kemajuan Provinsi Riau dan Indonesia ke depan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki semangat dan gagasan, tetapi juga berani bertindak, menghasilkan karya, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dengan semangat Sumpah Pemuda, generasi muda Riau diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah dan nasional, sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.