Kampar  

Ahmad Yuzar Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi, Kampar Belajar ke Kota Padang

PADANG – Pemerintah Kabupaten Kampar terus berupaya memperkuat manajemen persampahan melalui sistem pengelolaan yang lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mempelajari praktik pengelolaan sampah di UPT Pengelolaan Sampah Kota Padang, Sumatera Barat, sebagai referensi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Kabupaten Kampar.

Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026) tersebut dipimpin langsung Bupati Kampar Ahmad Yuzar, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar Refizal dan Kepala Bidang Persampahan dan Pertamanan Yandrianto. Rombongan disambut Kepala UPT Pengelolaan Sampah Kota Padang Syahrial beserta jajaran.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kampar mengapresiasi sistem pengelolaan persampahan yang diterapkan UPT Pengelolaan Sampah Kota Padang. Ia bersama rombongan juga meninjau sarana, prasarana, serta fasilitas pendukung pengelolaan sampah.

Menurut Ahmad Yuzar, kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menggali pengetahuan, bertukar pengalaman, dan mempelajari aspek teknis pengelolaan sampah yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan serta kondisi Kabupaten Kampar.

“Dengan pengelolaan yang telah diterapkan di Kota Padang, kami berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar dapat mempelajari dan mengambil hal-hal positif yang bisa diterapkan di daerah kita, mulai dari sistem pengelolaan, penataan lokasi, hingga proses pemilahan sampah,” ujar Ahmad Yuzar.

Ia menegaskan bahwa sampah tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan yang harus dibuang. Jika dikelola dengan tepat, sampah juga dapat memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, pemilahan sampah sejak dari sumbernya, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta daur ulang sampah anorganik perlu terus didorong sebagai bagian dari sistem pengelolaan persampahan yang berkelanjutan.

Ahmad Yuzar menambahkan, penguatan manajemen persampahan membutuhkan perencanaan yang matang, dukungan sarana dan prasarana yang memadai, sumber daya manusia yang kompeten, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Dengan demikian, penanganan sampah tidak hanya berfokus pada pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga mencakup upaya pengurangan, pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.

Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Sampah Kota Padang Syahrial menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kampar beserta rombongan yang telah memilih UPT Pengelolaan Sampah Kota Padang sebagai tempat untuk belajar dan bertukar pengalaman mengenai pengelolaan persampahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar Refizal mengatakan, kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai sistem pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Kota Padang.

Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi bagi Kabupaten Kampar untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

“Kami berharap melalui kunjungan ini, pengelolaan sampah di Kabupaten Kampar juga dapat dikembangkan seperti sistem yang diterapkan di UPT Pengelolaan Sampah Kota Padang,” kata Refizal.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pertukaran pengetahuan sekaligus membuka peluang kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kampar dan Pemerintah Kota Padang di bidang pengelolaan persampahan.

Melalui pembelajaran tersebut, Pemkab Kampar berupaya mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, meningkatkan kebersihan lingkungan, serta mengembangkan pemanfaatan sampah yang berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Dengan komitmen dan kolaborasi yang berkelanjutan, Pemkab Kampar berharap pengelolaan persampahan di daerah semakin tertata dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat.