PEKANBARU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau terus memperkuat pelayanan kesehatan melalui kehadiran Stroke Center, fasilitas khusus yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas penanganan pasien stroke secara cepat dan terpadu.
Peresmian layanan tersebut berlangsung di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Jumat (30/10/2026), sehari setelah peringatan Hari Stroke Sedunia atau *World Stroke Day* yang diperingati setiap 29 Oktober.
Peresmian ini turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli, Direktur RSUD Arifin Achmad drg. Yusi Prastiningsih, serta jajaran direksi, pejabat struktural, dan komite medis rumah sakit.
Pada kesempatan tersebut, Direktur RSUD Arifin Achmad Yusi Prastiningsih, mengatakan kehadiran Stroke Center merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan bagi pasien stroke. Melalui fasilitas tersebut, rumah sakit berupaya menghadirkan penanganan yang lebih terkoordinasi, didukung sarana pelayanan dan perawatan khusus sesuai kebutuhan pasien.
Ia menjelaskan, dukungan Pemerintah Provinsi Riau memungkinkan RSUD Arifin Achmad mengembangkan fasilitas Stroke Center yang mencakup ruang rawat inap khusus hingga fasilitas perawatan intensif bagi pasien stroke.
“Alhamdulillah, saat ini kita sudah memiliki fasilitas Stroke Center dengan pelayanan terpadu. Terdapat tiga lantai ruang rawat inap khusus dan fasilitas *High Care Unit* [HCU] khusus stroke di lantai empat, sehingga pasien dapat memperoleh pelayanan yang lebih optimal,” kata Yusi.
Menurut Yusi, penanganan stroke membutuhkan kecepatan dan ketepatan karena kondisi tersebut dapat mengancam jiwa serta menyebabkan kecacatan apabila tidak segera ditangani. Oleh sebab itu, kemampuan mengenali gejala awal dan segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang pemulihan.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan stroke adalah golden period, yakni periode waktu ketika tindakan medis tertentu dapat memberikan manfaat optimal. Pada pasien stroke iskemik yang memenuhi kriteria medis, terapi trombolisis intravena umumnya dapat dipertimbangkan hingga 4,5 jam sejak gejala pertama kali muncul.
“Oleh karena itu, kita menghimbau agar masyarakat tidak mengabaikan gejala stroke, seperti wajah yang tiba-tiba menurun pada satu sisi, kelemahan pada lengan atau tungkai, serta kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan. Apabila gejala tersebut muncul, pasien harus segera dibawa ke instalasi gawat darurat tanpa menunggu kondisinya membaik,” terangnya.
Selain mengembangkan fasilitas pelayanan, RSUD Arifin Achmad juga meraih penghargaan Platinum Awarddari World Stroke Organization (WSO). Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas capaian rumah sakit dalam program peningkatan mutu pelayanan stroke berdasarkan kriteria penilaian yang ditetapkan oleh organisasi tersebut.
Yusi menyampaikan, penghargaan itu menjadi dorongan bagi pihak rumah sakit untuk terus meningkatkan standar pelayanan, memperkuat kompetensi tenaga kesehatan, serta memastikan pasien memperoleh penanganan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya.
“Penghargaan Platinum Award dari World Stroke Organization ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, khususnya dalam penanganan pasien stroke agar dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” jelas Yusi.
Ia berharap keberadaan Stroke Center dapat semakin memperkuat peran RSUD Arifin Achmad sebagai rumah sakit rujukan di Provinsi Riau, khususnya dalam memberikan pelayanan bagi pasien stroke melalui dukungan fasilitas yang memadai dan penanganan medis yang terkoordinasi.
“Dengan hadirnya fasilitas ini, Pemerintah Provinsi Riau melalui RSUD Arifin Achmad terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat dapat memperoleh akses penanganan stroke yang lebih baik tanpa harus bergantung pada fasilitas kesehatan di luar daerah,” imbuhnya.